Bab 18. Jangankan Masuk Surga, Mencium Baunya Saja, Haram Bagimu, Embun!

1153 Words

Bab 18. Jangankan Masuk Surga, Mencium Baunya Saja, Haram Bagimu, Embun! **** “Embun! Embuuuuun! Di mana kau, Embuuun!” Seisi rumah tersentak kaget. Suara menggelegar Mas Ray memekakkan gendang telinga. Raya berlari memeluk kakiku, sementara Radit mengoar di dalam box. Rika, sang babysitter langsung menenangkannya. “Jangan takut, Sayang! Sana sama Mbak Rani!” perintahku menyerahkan tangannya kepada Mbak pengasuhnya. Melangkah agak terburu, aku menyambut lelaki kesurupan itu ke arah pintu. Dia baru saja tiba di rumah, malam-malam begini, lho! Begitu sibukkah pekerjaan di kantor hingga harus lembur setiap hari?” “Embuuuun!” teriaknya sekali lagi sambil melemparkan tas kerjanya ke atas sofa di ruang tamu. “Aku di sini, Mas. Ini rumah, lho, bukan hutan? Penghuninya manusia, bukan binata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD