Dua hari terasa cukup lama jika digunakan untuk menunggu. Selama dua hari itu pula Johan selalu berusaha menyibukkan dirinya. Ia tetap pulang ke rumah Andrea saat malam, namun selebihnya ia gunakan untuk pergi, ke mana saja asalkan ia bisa cukup lupa dengan permasalahan ini untuk sementara waktu, berdiam diri membuat kepalanya memikirkan banyak hal, dan itu cukup menganggu. Malam hari saat Johan pulang, kamar Andrea sudah tertutup, pagi harinya ketika Johan pergi kamar Andrea juga masih tertutup. Johan tak mau repot-repot membangunkan Andrea, ia hanya menjalankan apa yang diinginkan kawannya itu. Memberinya ruang dan waktu untuk menenangkan diri sekaligus berpikir tentang keputusannya. Johan tidak masalah, karena memang keputusan Andrea lah yang utama, dan itu semua harus dipikirkan matang

