MDU 85

1702 Words

Sepulang sekolah Jonatan langsung masuk ke dalam rumah besarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sudah terlampau biasa baginya. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti di ambang pintu, saat mendengar suara kedua orang tuanya di dalam sana. “Aku ingin mengadopsi seorang anak.” Suara sosok lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah Tristan. “Kenapa?” jawab sang istri. “Kau tau sendiri, aku ingin mempunyai anak normal.” Sedikit banyak Jonatan mendengar ucapan kedua orang tuanya, jadi selama ini mereka menyesal mempunyai anak seperti Jonatan? Mereka hanya menganggap jika Jonatan pembawa sial, pembawa petaka. Begitu pikir Jonatan, dengan cepat anak itu melangkah lebar menuju ke kamarnya, tak ingin kedua orang tuanya meliahat dirinya sudah sampai dan mendengar percakapan mereka. . . . Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD