Satu bulan setelah kerja sama antar perusahaan Jonatan dengan Tristan terjalin, awalnya masih berjalan baik-baik saja, bahkan berkembang begitu pesat membuat nama perusahaan yang di pimpin pria tersebut sedikit tersohor, banyak perusahaan besar yang meminang perusahaan tersebut untuk melakukan kerja sama. Tentunya perusahaan terbesar masih di miliki Jonatan. Hal itu membuat Tristan kian membanggakan Jonatan, dan menyisihkan Daren. Terlalu muak dengan perlakuan sang ayah yang seakan menganggap dirinya hanya anak pemalas, membuat Daren bertekat untuk terjun ke dunia bisnis, mengikuti jalan Jonatan. Ia juga ingin menjadi anak kebanggaan sang ayah. “Pa.” Panggil Daren, memasuki ruang kerja sang ayah. “Eum?” gumam sang ayah sebagai jawaban. “Bolehkan jika aku belajar bekerja di kantor, Papa

