Kyra benar-benar diberikan kesempatan membuat pamerannya sendiri. Maka hari itu ia kembali harus terbang ke Italia, ditemani oleh salah satu staff kepercayaan Gerald bernama Livia dan juga tentu saja Paula. Sementara Gerald hanya terus merengek karena tak bisa ikut bersama Kyra. Awalnya Gerald memaksa ingin mengantar Kyra tapi pekerjaan yang menahannya untuk tetap tinggal, tak bisa mengantar Kyra, untuk menjaga perempuan itu. “Begitu sampai kau harus menghubungiku Ky, kau harus mengabariku juga begitu sampai ke hotel, kalau ingin pergi keluar hotel dan kemanapun. Jika aku menghubungimu kau harus segera menjawab panggilanku, kau juga harus segera membalas pesanku ... ya?” Kyra menyunggingkan senyumannya ketika melihat wajah Gerald yang tampak begitu memelas. Tangan kanannya tera

