Zivanya tengah asyik menunggu Fibra pulang di depan rumah, sambil di temani berbagai camilan yang pelayan sudah siapkan tadi beserta secangkir teh hangat. Dia hanya menatap camilan tersebut tanpa mau memakannya, hanya karena Fibra tidak mengangkat telepon darinya. “Nyonya, kenapa tidak di makan camilannya? Apa ada yang Nyonya inginkan?” Zivanya hanya menggelengkan kepala. Tanpa menjawab. “Kalau begitu kami akan membuatkan makanan yang lain saja, ya.” “ Eeeh... tidak usah. Lebih baik kalian pergi melakukan yang lain. Aku akan menunggu Mas Fibra pulang di sini sendiri.” Ucap Zivanya sambil memakan camilan dengan buru-buru supaya pelayannya tidak membuatkan dia makanan lain lagi. “Tapi Nyonya, kami diminta untuk tetap ada di samping nyonya bila tuan tidak ada.” Ucap salah satu pelayan.

