DUA PULUH TUJUH

1200 Words

Setelah satu minggu Zivanya masih belum di izinkan untuk Pulang. Padahal dirinya sudah merasa kesal. Saking kesal dan jenuhnya, dia sudah punya niat akan melakukan hal yang sama lagi. Yaitu KABUR seperti waktu itu. Apalagi dia mendapat kabar kalau Mesa di bebaskan dengan jaminan dari seseorang. “Sungguh! Ini sangat tidak adil. Tapiii... lihat saja, kau tidak akan pernah tenang.” Gumam Zivanya sambil tersenyum. Pletak! Sebuah sentilan di kening menyadarkan Zivanya dari lamunan. "Jangan sekali-kali berpikir yang tidak-tidak." Kata Fibra setelah menyentil kening Zivanya. "Waaaah... INI NAMANYA KDRT. Aku bilang sama papah." Zivanya cemberut dan melipat tangan di d**a. Yaaa... saat ini Zivanya sudah berdamai dengan Papahnya. Walau dengan sedikit drama karena dia ketahuan menganiaya ibu tiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD