JESSY POV Aku tidak menyangka apa yang baru ku lihat ternyata sangat menyakitkan. Ian berciuman dengan wanita itu dan rasanya hatiku bagai tertusuk duri. Aku hanya bisa menangis tanpa bisa melakukan apapun. Saat aku hendak pergi, tiba – tiba ada seorang pria yang menghampiriku dan ia memelukku dengan erat “ Sudahlah, kau jangan menangis. Ikhlaskan mereka Bahagia” “ Apa maksudmu? Apa kau mengenal mereka?” “ Aku hanya mengenal si wanita karena dia dulu mantan kekasihku” “ Apa kau bilang?! Mengapa kau rela melihat mantanmu Bahagia dengan pria lain?” “ Aku rasa tidak ada gunanya mengejar seseorang yang tidak mencintaimu dan aku rasa wanita secantik dirimu bisa mendapatkan pria yang lebih baik” Aku sangat tersentuh mendengar perkataan pria asing di depanku dan sepertinya ia sangat baik.

