Brina membuka matanya saat mendengar suara dari arah kamar mandi. Menggeliat dan merasa masih mengantuk. Tapi perutnya sudah sangat terasa lapar. Dia menoleh ke arah jam yang ada di atas nakas. Masih pukul empat4 pagi. Suara seperti orang muntah-muntah itu membuat Brina akhirnya beranjak bangun. Karena dia juga tak mendapati Brian ada di sampingnya. Dan saat langkahnya sampai di depan kamar mandi yang terbuka dia melihat Brian tengah membungkuk di atas wastafel. Dan pPria itu baru saja membasahi kepalanya. “Kamu kenapa?” Brina melangkah maju dan menyentuh tengkuk Brian yang terasa dingin itu. Dan Brian mengangkat wajahnya, mengambil handuk yang ada di sebelahnya, . Dan mengeringkan sisa air. Lalu tersenyum kepadanya melalui kaca wastafel. “Aku membangunkanmu ya? Maaf ya.”

