“Sayank lihat …” Brina mengerjapkan mata dan melihat sampul undangan yang dibawa Brian. Setelah hidup di sini beberapa bulan, Brina memang mulai menikmatinya. Bahkan sangat menikmatinya. Bagaimanapun juga di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung. Brina sudah bisa menyesuaikan dirinya dengan iklim di sini, semuanya. Yang terpenting untuknya adalah di mana Brian berada di situlah rumahnya. Ternyata suami berondongnya itu memang sangat menyayanginya. Menuruti semua permintaannya. Saat kemarin usia kandungannya menginjak enam bulan, Brina ingin sekali melihat istana Buckingham. Setelah permintaan Menara Eiffel-nya dikabulkan Brian, dia mulai merengek-rengek ingin melihat istana itu lebih dekat. Ingin melihat sosok Pangeran William yang tampan itu. Hal itu membuat Brian sedikit membere

