“Yeeii!” “Ikut, ya Brin.” “Sabrina harus ikut ... tahun kemarin kamu juga nggak jadi, kan?” Sabrina menghela napas. Lalu memijat pelipis, kepalanya berdenyut-denyut lagi. Dia benar-benar tidak tahu kalau hari ini adalah penghujung tahun. Entah karena dia tidak tahu rencana tahunan kantor atau memang dia tidak pernah ikut. Setiap tahun kantornya memang selalu merayakan akhir tahun dengan mengadakan pesta. Tahun lalu dia tidak ikut karena sakit. Dan tahun ini dia dipaksa oleh teman-temannya bahkan seluruh karyawan serta bosnya sendiri, Pak Danu, kalau malam ini dia harus ikut. Sebenarnya acaranya sendiri diadakan di lobby kantor dan halaman yang luasnya melebihi lapangan bola. Kata Ayu, tim Humas memang sudah menyiapkan acara ini sejak dua bulan yang lalu. Tapi kenapa dia tidak tahu? “S

