Bab Tiga Puluh Enam

1232 Words

"Bu, jangan menangis terus. Alhamdulillah, Nak Arya sudah sadar kembali. Lebih baik kita banyak berdoa demi kesembuhan Nak Arya." Satu suara terdengar di telingaku. Suara bapak tua yang kemarin kutolong dari kecelakaan yang hampir menimpanya tetapi justru menyebabkan aku menjadi korban. "Bapak bisa bilang begitu karena Bapak nggak merasakan apa yang saya rasakan. Anak saya yang selama ini jadi tulang punggung keluarga kami, harus mengalami kecelakaan parah seperti ini karena menyelamatkan Bapak, siapa yang tidak sedih, Pak? Bagaimana kami bisa makan kalau putra saya cacat dan buta seperti ini?" sergah ibu dengan nada keras sembari terus sesenggukan. Aku yang mendengarnya ikut menjadi sedih dan terkejut. Apa? Jadi sekarang aku adalah pria cacat dan buta? Pantas saja kakiku sulit sekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD