Feri berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya usai ditinggal Anne. Gadis itu sudah berjalan masuk ke dalam kamarnya. Usai menelepon seseorang, Feri membuka pintu ruang kerjanya dan memanggil Ando. Farras terpaksa mengangkat kepalanya dari bahu Ando dan membiarkan suaminya pergi menemui daddy mertuanya. "Ada apa, dad?" "Sudah Abang selidiki?" Andi berdeham. Ia pamit sebentar untuk mengambil ponselnya. Kemudian berjalan menuju kamar dan mengambil ipad-nya. Mudah-mudahan sudah ada tambahan informasi terbaru dari tim detektif Om-nya, Regan. Dan benar.....mereka baru saja mengirimi sesuatu. "Tentang amplop itu, dad. Positif palsu." Feri menghela nafas lega. Ia seharusnya sudah menduga kalau itu hanya akal-akalan si Bakrie. Tapi tetap saja, ia was-was. Ia tak pernah menyangka kalau lelaki

