35

1226 Words

"Ayah, Asna baru gambar buahhh." Radika yang tengah mengecek pesan masuk di handphone, seketika dihentikan. Ia pun menoleh ke arah sang putra yang sedang mengguncang-guncang pelan tangannya. Saat sudah memandang wajah tampan balita itu, maka Radika anggukan kepala dengan mantap sembari memperlebar senyuman hangat. Ia juga mengusap-usap pelan bagian pipi kanan Asnatha, bentuk afeksinya. "Wah, bagus, Nak. Sudah bisa menggambar buahnya bagus, Asna. Ayah jadi bangga." "Bangga itu apa, Ayahh?" Tawa Radika seketika terlolos mendengar pertanyaan guyon dari sang buah hati. Di dalam kepala, ia memikirkan jawaban yang sekiranya dapat membalas balik candaan putra kecilnya. Beberapa kata telah tercipta. "Bangga itu Papa senang sama hasil gambar buah Asna buat. Bagus, Nak." Radika berujar dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD