"Om Swastyastu." "Om Swastyastu, Ayah." Agnia menjawab cepat salam yang dilontarkan oleh ayahnya lewat sambungan telepon. "Ayah cepat sampai sini." Balita perempuan itu lantas loloskan kalimatnya dengan nada suara lebih mengeras lagi. "Iya, Nak. Ayah akan usahakan cepat tiba di sana." "Ayah kapan akan sampai di toko? Ibu sama Nia sudah tunggu Ayah dari tadi." Sasmita luncurkan pertanyaan basa-basi untuk memperpanjang durasi panggilan dengan sang suami. "Mungkin dua puluh menit, Bu. Jalannya cukup macet. Ibu dan Nia sabar dulu tunggu Ayah. Semoga macetnya tidak semakin parah biar Ayah bisa cepat tiba di toko Ibu nanti." "Yaaa, Ayahhh." Agnia pun segera menyahuti ucapan ayahnya riang sembari memerlihatkan senyuman lucunya. "Nia akan tunggu Ayah sama Ibu." Terlontar imbuhan sahutan. K

