Kembali ke cerita saat dia bertamu ke rumah Pak Ari, waktu dia tidak jadi masuk karena ada adiknya Pak Ari, Aksa. Rupanya Aksa yang melihat sepintas si Rico tadi mulai bereaksi dalam tubuhnya. Tak lama Aksa pun berubah, dengan nafas terengah-engah mengucap salam “Assalammualaikum…” “Waalaikumsalam, dengan siapa ini? Eyang atau Datuk?” tanya Pak Ari. “Sunan K******* “ jawab Aksa dengan kalem dan berat. “Oh Eyang, piye kabar nya Eyang?” jawab Pak Ari dengan tutur bahasa jawa yang agak kasar, karena memang Pak Ari tidak fasih bahasa jawa. “Itu yang diluar bolo ne sinten?” tanya Eyang ditubuh Aksa. “Itu bolo(teman) kami juga eyang” jawab Pak Ari. “Pesan Eyang, jangan dibuat main-main ya, kasih tau temannya ini bukan buat main-main” kata Eyang mengingatkan. Entah apa artinya, sepertinya

