Saka melenguh saat pipinya ada yang menepuk Perlahan membuka matanya, senyuman Nada lah yang pertama kali dia lihat. Saka langsung terduduk, dia menengok ke kanan dan kiri, seperti mencari sesuatu. "Sayang? Kamu cari apa? Tidurnya nyenyak banget, sampe nggak tega ngebangunin," ucap Nada. "Pa...pih sama Mamih kemana? Mereka udah pulang?" tanya Saka seperti kebingungan. "Papih?Mamih? Mereka nggak ada disini. Kita kesini kan cuma berdua. Makan, yuk, pesenannya udah datang. Lagi ramai gini lama banget pelayanannya. Kamu aja sampai nyenyak gitu," gerutu Nada. "Jadi tadi cuma mimpi?" gumam Saka, Dia menghembuskan napas lega. "Sayang, kamu mau cuci muka dulu? Kayaknya kamu masih bingung gitu. Belum kumpul semua ya nyawanya?" kikik Nada. Saka tersenyum, bersyukur semua itu hanya mimpi. Tak b

