Nada mengepalkan tangan dan menggeram kesal begitu keluar dari kamar inap Febi. Tubuhnya gemetaran, dia tak menyangka rahasianya diketahui oleh Senja. 'Apa Saka juga tahu, makanya dia sekarang jaga jarak?' tanya Nada di dalam hati. 'Kalau begini ceritanya, aku harus segera nyusun rencana baru. Pokoknya Saka nggak boleh lepas!' Nada menguatkan kepalan tangannya, menguatkan tekad. Dia akan melakukan apa pun agar Saka tak lepas dari genggamannya. Dirinya tak ingin terus menjalani kehidupan seperti ini, menjajakan tubuhnya pada lelaki hidung belang. Kalau bukan karena terdesak kebutuhan hidup, Nada pun tak ingin menjalaninya. Ya meski sebenarnya bukan hanya uang yang dia cari. Dirinya pun mencari kesenangan dan kepuasan yang belum pernah didapatkan dari Saka. Kekasihnya itu benar-benar

