Saka memandang sekeliling, wajahnya bingung ketika menyadari dia berada di dalam kamar Febi. Bukannya tadi dia ada dikamar hotel? "Bang,kok, malah bengong. Buruan mandi, udah mau magrib!" seru Febi. Saka menoleh, menatap istrinya yang sedang duduk sembari memainkan ponselnya. "Hah?! jadi cuma mimpi?" tanyanya sembari tersenyum. "Alhamdulillah," Febi melirik ke arah suaminya yang belum juga beranjak dari kasur. Matanya bersimborok dengan mata Saka yang sedang melihat ke arahnya. Suaminya itu tersenyum lebar dengan wajah berbinar. Febi mengerutkan kening, Saka terlihat aneh, dia senyum-senyum sendiri. Gadis itu bergidik ngeri, semoga saja suaminya tidak kerasukan. Saka bangkit, langsung memeluk erat tubuh istrinya. Istrinya itu terpekik kaget. "Alhamdulillah, kamu nggak pergi, Bee,"

