Sarah ditarik oleh Abyan untuk ikut dengannya, sedangkan Rana mengikuti langkah suami dan istri pertama suaminya menuju tempat mereka menginap. Sebuah kamar hotel sekarang diisi oleh tiga orang. Sarah diam dengan wajah yang sangat tidak sedap untuk dipandang. Terketuk dengan tatapan tajam melotot ke arah Rana yang takut-takut melihat ke arah Sarah, Rana menunduk dalam walau sekali-sekali ia mengangkat kepala untuk melihat ke depan. “Sarah! jangan memandangnya seperti itu!” tegur Abyan. “Bela saja terus Byan!” protes Sarah marah menyambut cepat. Abyan menghela napas kasar, ia butuh kesabaran ekstra setiap menghadapi istri pertamanya, dari dulu. “Sampai di sini. Kamu belum juga sadar Sar?” tanya Abyan suara seperti biasanya Sarah mendengar suara rendah nan santun milik suaminya. Sarah

