@TILOEF Keadaan masih panik karena Jya seperti tidak bersuara sedikitpun dari tadi. “Bawa dengan hati-hati Reihan…” ucap Zara yang cemas melihat tubuh Jya seperti lemas diangkat oleh cucunya. “Mbak! bawa bantal…! Silin tolong telpon dokter! Kamu bantu bentang sofanya!” perintah Zara sebelum Reihan sampai membaringkan Jya sofa. Sofa difungsikan sebagai kasur setelah dibuka lebih lebar dari sebelumnya dan bantal pun telah sampai dibawa oleh asisten rumah tangga Zara yang tadi tergesa setelah mendengar teriakan Zara meminta bantal padanya. “Beri yang empuk untuknya… aduh… pasti kepalanya sakit sekali.. Jeya..? Nak? Kamu tidak pingsan ‘kan?” tanya Zara cemas melihat Jya yang tidak membuka mata tapi raut wajahnya berkerut seperti menahan sakit. Bahunya menyempit sepertinya Jya memang sesaki

