Bab 85. Sudah Cukup Bahagia

1081 Words

Siang itu, suasana di kantor berjalan seperti biasanya. Levin sedang sibuk. Semuanya tenang, teratur, dan dingin seperti pemiliknya. Namun ketenangan itu terusik ketika pintu ruangan Levin terbuka dan Ruel, asisten pribadinya, masuk dengan langkah tergesa. “Maaf mengganggu, Master,” ucapnya cepat sambil menunduk sedikit. “Ada laporan yang mungkin perlu kau ketahui.” Levin, yang tengah menandatangani dokumen di mejanya, menegakkan tubuh. Tatapannya yang tajam segera beralih pada pria muda itu. “Ada apa?” Ruel menelan ludah sebelum menjawab. “Beberapa staf keamanan melaporkan ada beberapa orang tak dikenal berkeliaran di sekitar area gedung. Mereka tidak terlihat seperti karyawan. Mereka terlihat sedang berbicara dengan beberapa orang seperti mencari informasi.” Satu alis Levin terangka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD