Indra tidak peduli pada permohonan Jesslyn yang berulang kali memintanya melepaskan genggaman tangannya. Ia justru menariknya menjauh, ingin membawanya ke tempat yang lebih tenang agar bisa berbicara serius. Sofia hanya memandangi mereka dari kejauhan tanpa ikut campur. Dalam hati, ia tahu sudah saatnya kedua sahabatnya itu menyelesaikan persoalan yang menjerat mereka. Ia hanya berharap Indra bisa menerima kenyataan, membiarkan Jesslyn memilih jalan hidupnya tanpa dipaksa kembali ke pelukannya. Walau hatinya tahu, itu tak adil bagi Indra yang begitu mencintainya. “Lepaskan tanganku, Indra!” suara Jesslyn bergetar. Matanya berkeliling cemas, takut ada anak buah Levin yang sedang mengawasi mereka. Ia yakin suaminya itu menempatkan orang-orangnya untuk memata-matainya. Itu sebabnya Levin s

