Bab 20. Nikmati Saja

1041 Words

Cahaya pagi menyelinap melalui tirai tipis, membanjiri kamar yang masih dipenuhi aroma mawar dan sisa anggur. Jesslyn terbangun dengan tubuh letih, berbalut selimut yang membungkus erat tubuhnya. Setiap inci kulitnya terasa perih, bukan hanya karena sentuhan semalam, tapi karena kenyataan pahit yang tidak bisa ia tolak. Ia menoleh sekilas. Levin masih terbaring di sampingnya, wajahnya tenang, napasnya teratur. Seolah-olah malam tadi hanyalah awal yang indah dari sebuah pernikahan. Air mata Jesslyn menetes tanpa bisa ia tahan. Ia merasa ternodai, tubuhnya seakan bukan miliknya lagi. “Aku benci denganmu, Levin,” bisiknya nyaris tak terdengar. Seolah mendengar, Levin membuka matanya perlahan. Senyum tipis langsung terbit di wajahnya. Ia berguling, mendekat, lalu menyentuh pipi Jesslyn de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD