saat ini aku sedang mengawasi para santri putra yang sedang mendirikan tenda di bumi perkemahan baturaden. hari ini adalah hari pertama kegiatan camping yang di adakan oleh madarasah. Dan untuk yang pertama adalah santri putra yang akan melaksanaka camping selama 2 hari. kami berangkat dari madarasah selepas sholat shubuh dan akan pulang kembali ke madrasah besok sore. untuk kegiatan hari ini ada 8 guru yang ikut mengawasi, aku, Parsan, mas Taslim, Rizki, Farid, mba Rois, Rahmah dan Yeni.
"mas Jayyid di cari mba Rois tuh di pendopo" ucap parsan sambil berjalan ke arah ku
"ada apa emang mba Rois cari aku?"
"mana ku tahu" jawab Parsan sambil mengendikan bahunya
"ya udah aku ke pendopo dulu san, kamu disini aja ganti aku ngawasin anak-anak"
"siap komandan"
aku berjalan ke arah pendopo untuk bertemu dengan mba Rois entah apa yang dia butuh kan dari ku, padahal tadi semua barang-barang sudah ku turun kan semua.
"assalamualaiku" ucap ku setelah sampai di pendopo
"waalaikumussalam" jawab orang-orang yang ada di pendopo
di sini sudah ada mba Rois dan Yeni
"ada apa mba, kata Parsan mba cari saya"
"yid minta tolong pasangin selang gas dong aku sama Yeni ga berani" ucap mba Rois
"hadeuh... minta tolong itu doang... lah si Parsan emnag ga bisa tadi" ucap ku dengan sedikit kesal
"Parsan langsung kabur pas aku minta tolong..."
"oke lah...." ucap ku sambil memegang selang gas nya.
"oh ya si Rahmah kemana kok belum keliatan?"
'oh dia katanya ada kuliah dulu kata nya nanti sore dia baru kesini.. kenapa emang yid? ada yang hilang ya?" ucap mba Rois meledek ku
"yang hilang? apa nya?" ucap ku pura-pura bingung padahal aku paham apa yang mba Rois ucapkan tadi
"alah pura-pura lagi, kamu masih ada rasa sama dia yid?" tanya mba rois penuh selidik
"hahaha mba Rois ada aja tanya nya engga lah mba mana berani aku mba? jawab ku yang sempat berfikir ternyata mba Rois masih ingat curhatan ku dulu.
ya mba dulu ketika masih Aliyah aku pernah bercerita ke dia bahwa aku menyukai Rahmah tapi aku tak berani mengukap kan nya langsung. dan saat itu pun mba Rois hanya menyuruh ku untuk menyebut Rahmah dalam setiap Doa ku.
"kalo iya juga ga apa-apa kali Yid, kan sekarang kalian sudah sama-sama dewasa. langsung lamar aja"
"bisa aja mba Rois ini, mana mau orang kaya Rahmah terima lamaran saya mba" ucap ku sambil tersenyum kecut
"kan kamu belum tanya ke orang nya, jadi siapa tau di juga sebetul nya ada rasa sama kamu"
"ga tau lah mba, saya hanya merasa Rahmah itu terlalu baik buat saya yang mungkin sedikit b******k ini, walaupun sejujur nya saya juga mengharapkan dia"
"Yid, kalau kamu sekarang merasa belum baik belum pantas untuk dia, kamu harus buat diri kamu baik dan pantas buat dia... perbaiki diri mu bukan menyerah dan jangan lupa sebut nama nya dalam setiap doa mu"
"oh ya mba, Rahmah bukan nya kuliah nya di Yogya dan sudah lulus" ucap ku mengalihkan topik pembicaraan.
"dia memang sudah lulus S-1, dia kuliah disini ambil profesi pendidikan karena S-1 dia itu kimia murini, ya biar punya sertifikat buat jadi guru lah yid"
"oh gitu..oke dah beres nih mba saya tinggal dulu ya"
"iya yid, jazakalloh khoir ya"
"aamiin" ucap ku sambil berjalan meninggalkan pendopo.
*******
Alhamdulilah raangkaian acara dalam kegiatan camping berjalan dengan lancara dari mulai pembukaan dan lomba-lomba, nanti malam selepas sholat Isya tinggal kegiatan api unggun dan pentas seni. ya memang mengawasi santri putra lebih mudah dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan berbeda dengan santri putri.
jam sudah menunjukan jam 17.30 sebentar lagi masuk waktu untuk sholat maghrib, tapi kenapa Rahmah belum sampai juga ya.. apa kuliah nya sampai malam...apa perlu aku menelpon nya? ah siapa ku? tapi aku mengkhatirkanya apalagi cuaca nya sedikit mendung bahkan mulai gerimis ya Alloh semoga tidak hujan. Jayyid bermonolog dalam hati nya.
"Yid kamu mba cariin malah sembunyi disini" tiba-tiba mba Rois datang membuyarkan lamunan ku
"ada apa sih mba, bikin kaget orang aja" seru ku dengan nada kesal karena kaget dengan kedatangan mba Rois yang tiba-tiba.
"lagian kamu dah maghrib malah melamun disini sendiri"
"ya melamun mah sendiri lah mba... masa melamun berjama'ah" gurau ku menjawab kata-kata mba Rois
"Yid.. Rahmah kok belum sampai ya.. padahal tadi jam empat dia telepon aku katanya udah mau berangkat ke sini" ucap mba Rois dengan wajah khawatirnya
"khawatir banget sih keliatan nya...udah gede kali tar juga sampe"
"iya lah khawatir yid dia kan perempuan yid.. geremis gini lagi.. terus jalan ke arah sini kan sepi banget. emang kamu ga khawatir? ucap mba Rois yang mendadak kesal karena ucapan ku tadi
"ya aku juga sebetul nya khawatir mba, udah coba di telpon?"
"belum"
"ya udah di telpon dulu aja" ucap ku santai padahal sejak tadi akupun cemas.
mba Rois kemudian mengeluarkan benda kotak pipih dari saku gamis nya.
"astaghfirullah... Rahmah sejak tadi telpon aku ternyata yid, tapi karena handpone di silent aku jadi tidak tahu" ucap mba Rois dengan perasaan menyesal saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari Rahmah.
kemudian mba Rois segera menelpon balik Rahmah
"assalamualaikum"
___ ______
"kamu dimana?"
___ _____
_______ ______ ____
_______ ___ _____
"ya udah kamu tunggu di sana aja nanti di jemput Jayyid, assalamualaikum"
____ ________
tut tut tut
"yid kamu cepetan jemput Rahmah, di kota kata nya hujan deras, dia ga bawa jas hujan sekarang dia lagi berteduh di pom bensin deket perempatan Mall xxxxxxx" ucap mba Rois dengan nada memerintah kepada ku
"Lah koq aku sih mba"
"ya kamu, masa mau mba yang jemput"
"lah kan ada pak supri mba yang bawa mobil"
"pak supri sudah pulang ke madrasah setelah ashar tadi dan mobil nya dibawa"
"ya udah habis Sholat maghrib saya berangkat jemput dia, mba telpon Rahmah lagi aja suruh jangan kemana-mana daerah situ rada rawan soal nya"
"cie.. yang khawatir banget ternayata" ucap mba Rois menggoda ku
"Ya udah aku sholat dulu"
"yid jangan lupa bawa jas hujan dua"
"siap bu..." ucap ku sambil meninggal kan mba Rois untuk sholat maghrib.
******
Setelah selesai melaksanakan sholat maghrib aku bergegas mangambil jaket dan dan memakai jas hujan.
"yid.. hati-hati" seru mba Rois...
"siap" aku berjan sambil mengacungkan jempol
"mau kemana Jayyid mba" seru Rizki yang tiba-tiba berdiri di belakang mba Rois
"jemput Rahmah di kota" Jawab mba Rois.
"ooh"
aku memacu ku motor ku dengan kecepatan sedang, karena semakin aku menjauh dari lokasi camping hujan semakin lebat, aku pun tidak lupa untuk mampir sebuah toko untuk mebeli jas hujan, karena Rahmah tidak membawa jas hujan.
Dari kejahuan aku bisa melihat Rahmah yang sedang berteduh di depan sebuah toko yang sudah tutup. ya pom bensi ini tidak terlalu besar, jadi tidak memiliki mushola, hanya ada toilet saja.
"assalamualaiku Rahmah, maaf lama soal nya jalan nya licin jadi ga berani ngebut juga" ucap ku saat sampai di di depan Rahmah
"walaikumussalam, ya ga apa-apa jayyid, maaf meroptkan"
"ga apa-apa santai saja, ini jas hujan nya" ucap ku sambi menyerahkan jas hujan yang baru saja aku beli.
"iya terima kasih" ucap Rahmah sambil menerimas jas hujan nya
"Rahmah Jaket kamu basah tuh jangan di pake, nanti kamu masuk ingin, kamu pakai jaket aku aja" aku melapas jas hujan dan jaket ku kemudian menyerahkan jaket ke Rahmah
"ini ga apa-apa yid?" ucap Rahmah dengan ragu-ragu
"ga apa-apa udah pake aja"
"iya deh"
"udah siap,?" ucap ku setelah melihat Rahmah selesai memakai jas hujan nya.
"Udah"
"ya udah kamu di depan, aku ngikutin di belakang, ga usah kenceng-kenceng jalan nya licin dan naik"
"siap"
Kami berdua mulai mengendarai motor masing dengan kecepatan pelan karena hujan yang semakin deras dan jalan semakin gelap hampir tidak ada kendaraan yang melintas. karena kami memacu kendaraan cukup pelan alhasil waktu yang ditempuh pun cukup lama sehingga ketika sampai di lokasi camping kegiatan malam pun sudah selesai dan para pengawas dan para santri sudah kembali di tempat istirahat masing-masing dan Alhmdulillah nya di lokasi camping tidak turun hujan hanya sempat gerimis saja sebentar pas aku berangkat jemput Rahmah tadi.
"Alhamdulillah sampe juga" ucap ku ketika sampai di lokasi camping.
"makasih ya yid, udah jemput dan sekali lagi maaf sudah merepotkan" ucap Rahmah sambil merapihkan jas hujan nya di motor
"EH KALIAN BURUAN JANGAN KELAMAAN DILUAR DINGIN" ucap mba Rois Mangaget kan kami
"Iya sebentar mba" ucap ku...
Rohmah ber jalan lebih dulu di depan ku, sedangkan aku masih membereskan jas hujan ku yang sedikit ribet karena model atasan dan bawahan"
ketika sampai di pendopo kulihat sudah sepi, berati semua sudah pada istirahat di tempat masing-masing. untuk guru laki-laki istirahat di tenda, sedangkan untuk guru perempuan istrihat di sebuah ruang di pojok pendopo, disana ruangan cukup luas. ketika aku akan menuju tenda ku untuk istirahat perut ku berbunyi... "oh ya aku belum makan semenjak sore tadi" ucap ku lirih.. akhirnya aku pun menghampiri dapur tempore di salah satu sudut pendopo untuk memakan makanan yang masih ada untuk mengisi perut agar aku tidak masuk angin.