WMTDS || 27

1570 Words

—27— Sheryl memasuki apartemennya… berharap Richard belum tiba di sana lebih dulu. Karena dia sangat ingin berendam demi menurunkan panas di kepalanya yang seakan ingin meleburkan lava panas yang siap keluar saat itu juga jika ia berdebat dengan Richard. Pintu apartemennya terbuka dalam keadaan yang masih gelap. Membuat Sheryl menghela napasnya lega, ia memasuki ruang tamu dan menanggalkan sepatunya sembarangan. Lalu menutup pintu tanpa menyalakan lampu, karena penerangan dari pantry cukup membuatnya mampu melihat langkahnya agar tidak tersandung. Namun dia tak menyadari sesosok makhluk yang berada di balik pintu depannya. Sudah berdiri menunggu kehadirannya dalam diam di kegelapan. Langkah Sheryl terhenti saat dehaman suara berat yang begitu dirindukannya terdengar.        “Sudah sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD