Perjalanan mereka tidak bisa cepat, karena jalanan padat. Padahal bukan malam Minggu. "Hati-hati, Sifa!" Sakha mencemaskan Sifa. Sifa tetap berusaha tenang. Setelah melewati bundaran barulah jalanan sedikit lengang. Karena tidak ada lagi yang berjualan di tepi jalan. Mereka meneruskan perjalanan mereka menuju rumah. Tiba di rumah sepeda di parkir di depan garasi. "Sini Sifa yang bawa ke dalam. Abang masukan sedepa ke dalam." Sifa ingin mengambil belanjaan yang tergantung di stang sepeda Sakha. "Abang saja yang bawa. Abang mau ambil kunci dulu ke Amma." Sakha tidak menyerahkan bawaan kepada Sifa. Mereka berdua melangkah bersama kedalam rumah setelah memberi salam. "Bagaimana. Bertemu dengan Deri dan Deni?" Tanya Amma. "Tidak, Nini. Warung mekera sedang rame. Jadi titip pesan sa

