mencoba melawan arus

1168 Words
setelah beberapa bulan mama zya keluar dari rumah sakit meski harus beberapa kali chek up dan ct scan agar tidak ada efek samping ke depannya, di situ pula keluarga ini terasa seperti di neraka dengan sifat mama yg mulai memberontak dan selalu membantah apa yg papa zya mau. mungkin sebelum nya mama zya masih menurut apa mau papa zya karena mungkin hanya menganggap kekhilafan papanya, namun tidak saat kejadian itu ternyata papa zya sudah menikah bahkan telah lahir seorang anak perempuan dari hubungan nya tersebut. mulai dari situ pula hubungan keluarga ini mulai masing masing, sehingga zya pun tidak peduli lagi ke depannya akan terjadi seperti apa toh papanya tidak seperti seorang lelaki yg menyayangi anak nya dengan baik. Di sinilah zya mulai membuka diri untuk mencari kehidupan relation ship diluar dengan hanya memperbanyak teman tak mau ada hubungan spesial karna zya menganggap tak ada hubungan satu pasangan yg tulus saling menyayangi, mungkin karena trauma yg di sebabkan kedua orang tuanya yang saling menyakiti. zya pun mulai merubah penampilan nya yang sebelum nya terlihat cupu zya mulai menuntut ke papa untuk meminta tambahan jatah perbulan di luar uang jajan nya untuk shopping baju dan kebutuhan anak gadis lainnya, dan zya pun mulai belajar bermain alat musik dari sepupu , dan dari sini zya mulai lebih merasa enjoy pikirannya pun lebih lapang dengan bermain musik. Dari perubahan ini zya mulai mendapat perhatian dari satu sekolah zya mungkin bukan yg paling cantik di sekolah masih ada beberapa anak murid cantik lainnya selain milen mungkin kalau ada peringkat urusan kecantikan di sekolah zya mungkin ada di peringkat 10 ke bawah walaupun kulit yg terlihat sawo matang namun terlihat manis dan selalu berpenampilan bersih dan modis melebihi primadona di sekolah milen. di kelas saat mapel seni awal mula zya jadi pusat perhatian karena ada kelas musik grup seni menanyakan siapa yg bisa bermain alat musik, dikelas ini hanya ada 2 yaitu aska dan aku, walaupun sepertinya ada beberapa anak murid lelaki yg bisa juga namun sepertinya malu, namun untuk murid cewe hanya zya yg bisa bukan hanya di kelas bahkan satu sekolah hanya zya yg bisa. di situ pula zyw dan aska bermain gitar di depan kelas dengan arahan guru seni sambil bernyanyi di ikuti teman lainnya. Namun arah pandangan semua murid lelaki dan sebagian murid cewe tertuju pada kelihaian zya bermain gitar di tambah suara zya yg ternyata lumayan bagus dalam bernyanyi. namun ada satu yg buat zya terlihat agak gugup saat salah satu pandangan dari murid lelaki yg di kagumi nya tertuju pada nya tanpa berkedip, bahkan ada satu waktu di mana antara mata aga dan zya terjadi eye contack, zya bermain dan bernyanyi sambil tersipu walaupun hanya di pandangi oleh coverboy nya sekolah saja sudah seperti melayang apalagi kalu di jadikan pacar ( haha rasanya cinta monyet). bahkan bertambah teman akrab zya bukan hanya dari yg satu kelas namun dari kelas lain, perubahan yg signifikan 180 ° dari zya. Namun tidak bagi milen yang menganggap zya sebagai saingannya di sekolah karena yg tadi nya milen di puji puji oleh murid lelaki satu sekolah sekarang tertuju pada zya bukan karena cantik nya namun karena daya tarik nya yg mempesona sebagai gadis remaja, bahkan ada beberapa dari murid cowo coba mendekati bahkan menyatakan cinta hingga adik kelas pun namun urung bagi zya untuk menerima nya karna menganggap orang dewasa saja bisa bermain main apalagi seorang remaja yg baru tumbuh pasti hanya main main ,so buat apa pikir zya. hanya ingin bersenang senang dengan memperbanyak teman baik cewe atau cowo. bahkan zya dan aga kini berada dalam lingkupan bukan hanya satu kelas sering kumpul bareng bersama teman lainnya hal ini yg membuat milen makin cemburu buta bahkan sampai aga dan teman lainnya sering main ke rumah zya yg kini sering terlihat sepi hanya ada mbak mirna karena anggota keluarga yg lain lebih memilih masing masing. Meskipun sering kumpul bareng sekedar nongkrong atau ngobrol bersama yg lainnya namun hanya zia dan aga yg tak pernah saling berbincang namun hanya sekedar eye contact, namun sepertinya ada sesuatu yg mendalam dari eye contact itu. Pada hari kelas bebas setelah menjalani ujian semester kenaikan kelas 3 semua murid terbebas dari pelajaran hanya bermain main , layak nya bocah ingusan zya dan kawan kawan lainnya bahkan bermain lari larian kejar jadi antara dengan kelas lainnya, ketika berlarian zya mencoba menghindar berusaha bersembunyi lari ke dalam kelasnya yang dirasa kelas nya tak ada anak murid lainnya karena mereka pada main keluar kelas, ketika zya berlari menuju memasuki kelas "bug" , "OMG, aga" sambil tersipu malu zya ada di pelukan aga, mereka bertubrukan ketika zya berlari masuk ke kelas dan aga berjalan santai keluar kelas. " apa terdengar jelas debar jantung ini?" dalam hati nya berkata.yang sebelum nya zya dan aga tak pernah berkata apapun tiba tiba aga berbicara berbisik karena tiara dan sheren berteriak mencari zya, " hampir saja lo kena cium gw" aga berbisik lalu berjalan keluar kelas, namun zya yang semula khawatir aga marah karena zyw tabrak ,aku masih terpaku apa yg aga ucapkan. " apa maksud yg dia bilang barusan" aku berdesik sendiri lalu di kagetkan dengan kedatangan tiara dan sheren yg dimana mereka lebih akrab dengan ku di bandingkan dengan teman yg lainnya. sejak saat itu perkataan aga masih saja terngiang di kepala zya" apa itu? " ingin sekali membuang pikiran itu namun terlintas lagi ketika aga melintas di depan nya ,zya masih satu kelas pasti sering bertemu). beberapa hari setelah itu jam pelajaran masih kosong karena para guru masih sibuk mengoreksi hasil ulangan untuk di masukan ke dalam raport, para siswa lainnya ada yg gitaran, sekedar ngobrol, bercanda, bahkan ada yg tertidur seperti zya, karena tidur nys selalu tak nyenyak bila di rumah apalagi jika papanya pulang ke rumah malam yg seharusnya tenang seperti di neraka. Ketika zya tertidur sheren mencolek yg di mana zya duduk bersebelahan dengan sheren, zya membuka mata sambil berdecih kesal " apa sih ren, ngantuk tau gw" kesal zya lalu sheren menutup mulut nya lalu berbisik. " lo ga malu apa lo tidur dari tadi di liatin terus noh " sambil bola mata sheren menunjukan ke arah aga, zya sontak melirik dan benar saja aga sedang menatap nya tajam... dug....dug....dug... apaan ini??? tatapan apa itu dari seorang aga??? sheren berbisik menggoda zya " gw tau ada yg beda ama lo dan aga", sontak gw melotot "apa nya yg beda??" tanya zya "gw pernah liat lo ada di pelukan aga, terus gw langsung coba halangin tiara masuk kelas takut nya dia ember nanti lo kena damprat ama milen" sheren said zya coba menjelaskan, " ow itu kan pas kita lagi main itu gw coba lari ke dalem kelas trus gw tabrakan ama aga" jelasnya " engga mungkin" bantah sheren " apa nya yg ga mungkin?? " tanya zya terheran heran " jelas banget zya, setelah itu atau sebelumnya memang aga udah terkesima ama lo" jelas sheren sambil noyor dahi zya. dalam hati zya berkata, " apa ini arti dari perkataan aga waktu itu?, zya berusaha tidak mau geer ".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD