“Kamu yakin dengan keputusanmu ini?” Bu Rahmi memandang lekat wajah Bagas. Putra satu-satunya itu memutuskan untuk mengajukan pindah ke kantor cabang di Bandar Lampung. Bu Rahmi tahu, Bagas pasti ingin menghindar dari Rayu. “Bagas yakin Ma. Toh Bandar Lampung – Jakarta kan dekat Ma. Bagas masih bisa sering pulang ke sini.” Jawab Bagas sambil mengemasi beberapa barangnya. Lima hari lagi Bagas baru akan pergi. Namun dia memilih untuk menyiapkan semuanya sejak jauh-jauh hari. Bu Rahmi menarik nafas panjang. Ucapan Bagas tidak bisa sepenuhnya dia percaya. Bagas tak mungkin akan sering pulang. Malah bisa saja dia menghabiskan waktunya hanya untuk kerja dan kerja. Bertahun-tahun Bu Rahmi melihat bagaimana anak sulungnya itu berjuang untuk Rayu hingga mereka bertunangan. Ketika pertunangan mer

