40

1035 Words

"Bagaimana, Den? Saya harus bicarakan hal ini dengan Darmawan dan Pak Harianto. Kamu tahu kalau pencalonan ini atas usul mereka. Dalam pikiran saya adalah jika menyutujui permintaan perusahaan yang menjadi bagian dari H&D akan berdampak ke perusahaan sekitar." "Ya, nggak usah dikasih tahu." Rangga menggelengkan kepalanya "Nggak mungkin. Kita nggak kasih tahu, pastinya mereka akan mendapatkan informasi dari lainnya." Rangga berjalan bolak balik dihadapan Deni, mereka memutuskan membicarakan ini terlebih dahulu sebelum perjalanan pulang. Deni seketika pusing melihat Rangga yang tidak bisa tenang sama sekali, hal ini membuat pikirannya menjadi kosong sehingga tidak bisa berpikir untuk mencari solusi. "Kenapa diam? Kamu mau saya kena marah?!" Rangga menatap kesal kearah Deni yang seketi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD