"Akang marah aku ikut kegiatan partai?" "Akang nggak marah, tapi kenapa kamu nggak kasih tahu?" Rangga menghembuskan napas panjang, menatap wajah Aya yang terlihat lelah karena aktivitasnya. Menarik kedalam pelukan, menghidu aroma yang sangat disukainya. "Kang, aku bisa apa kalau partai meminta terlibat didalamnya? Aku juga nggak mau, memang bisa nolak? Terus aku kasih tahunya gimana? Kita aja jarang ketemu setelah pertemuan sama Harianto dan Darmawan." Kalimat yang benar adanya, dimana pertemuan mereka hanya di kamar atau berbicara dengan anak-anak, tanpa adanya pembahasan tentang diri mereka atau rencana kedepan. "Anak-anak gimana? Kamu nggak melupakan mereka, kan?" Aya menggelengkan kepalanya "Aku minta sama Indah jangan sampai waktu sama anak-anak bermasalah, aku harus ada da

