"Kita nggak semobil?" "Lo nggak lihat barang yang dibawa?" Tya memutar bola matanya malas kearah Fikri "Kita sama supir agency, lo bawa mobil sendiri. Tenang semuanya diganti." Tya menepuk bahu Fikri pelan. "Tugas gue kan jagain Mbak Viona." Fikri menatap tidak terima. "Viona teman gue, jadi lebih aman sama gue daripada lo!" Viona menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan tidak penting "Tya, berangkat sekarang. Fikri, tenang aku baik-baik aja. Lagian kamu bisa awasin kendaraan kita dari belakang. Buruan berangkat." Melangkahkan kaki menuju mobil agency, mobil yang terlihat mewah dibandingkan mobil yang biasa dipakai selama ini. Semalam sudah berpamitan pada kedua orang tuanya, walaupun tempat shooting tidak jauh tapi tetap saja harus berpamitan. "Padahal kita sering kesana, ta

