34

756 Words

"Mbak, udah mulai shooting?" "Ya, kenapa? Pak Rangga tanya?" Viona menatap Fikri yang duduk dihadapannya untuk sarapan bersama. "Pak Deni untuk laporan ke Pak Rangga." Viona menganggukkan kepalanya "Kamu bakal ikut selama proses shooting?" Fikri menganggukkan kepalanya "Mbak sejak kapan disini?" "Kemarin. Saya memang nggak kasih kabar kamu karena ingin menyendiri, lagian saya sama Tya. Kamu nggak usah khawatir saya nggak kasih tahu Rangga kalau memang kamu nggak disini. Saya butuh ketenangan sebelum memulai shooting, kamu ada disini malah pikiran aneh-aneh." Alasan yang memang disiapkan ketika Fikri tidak terima jika sudah berada di apartemen tanpa memberikan kabar. Fikri bukan hanya sebagai penjaga tapi juga mata-mata yang dikirimkan Rangga untuknya. Menata kembali barang-baran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD