"Kamu yakin?" "Kita nggak bisa bilang yakin, dimana kita sudah menyiapkan rencana lain." Viona terdiam setelah mendengar penjelasan Endi tentang rencana mereka, dimana mereka akan membiarkan perusahaan Boy yang di Karawang masuk dalam rencana Rangga. Boy tidak keluar melainkan sang asisten, dimana asiten ini akan berperan sebagai bagian dari kepemilikan perusahaan. Orang hanya tahu jika kepemilikan perusahaan itu berbeda, tapi bergabung bersama dengan H&D sehingga semua keputusan semua berpusat disana. Kenyataan tidak seperti itu, pemiliknya memang berbeda tapi masih dalam hubungan keluarga. Keputusan utama ada pada pemilik semua perusahaan itu, bahkan Boy dalam mengambil keputusan membutuhkan persetujuan pemegang saham paling tinggi. "Aku nggak perlu menikah kalau begitu?" Endi me

