Peringatan

1201 Words

     Selama perjalanan menuju ruangan Kia, mereka tak henti hentinya berbicara dan bercanda ria. Sampai akhirnya mereka mendengar suara keributan dari arah kamar Kia. Dengan buru buru mereka masuk dan dikejutkan dengan Kia yang sudah pucat dan napasnya tersenggal senggal, Vita yang berteriak teriak dan ditahan oleh Naya dan Keyra, dan Leta yang terduduk lemas dengan wajah yang sudah babak belur.    Dengan khawatir Gavin menghampiri Kia.        "Kamu kenapa?. Apa yang sakit?." Tanya Gavin Khawatir. Kia hanya diam dan tersenyum kecut pada Gavin.      "Bentar kakak panggil dokter dulu." Ujar Gavin, tapi Kia menahan tangan Gavin agar tidak memanggil dokter.      "Ngak usah kak, aku ngak pa-pa kok." Ujar Kia dengan suara lemas.      "Tapi kamu pucat banget Ki." Ucap Gavin khawatir.     

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD