“Buka mulutmu sayang,” ucap laki laki itu kepada Aruna. Aruna masih tetap dengan pendiriannya dia bahkan belum makan atau minum sedari tadi, dari matahari masih bersinar kini bahkan sudah digantikan dengan rembulan yang mungkin bersinar begitu cantiknya di atas sana. “Bangsatt!!!” amuk laki laki itu lalu membanting piring yang di bawanya, Aruna tersentak dan bahkan tanpa menunggu lama kini air matanya sudah keluar dengan sendirinya. Aruna tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar seperti ini dan mendengar laki-laki psikopat ini melakukan semua hal ini padanya membuatnya tertekan. “jika kamu mau anak kamu selamat maka turuti keinginanku! Aku menerimanya dan menjadi ayahnya jika kita menikah nanti” ancam laki-laki itu. “Nggak mau” jawab Aruna dengan mata yang memerah karena ta

