“Masssssss” Semuanya langsung gelap dan Aruna tidak sadarkan diri, dia hanya mendengar tangisan mamah Diandra yang memanggil manggil nama Andrew dan setelah itu dia tidak tau apa apa dia bagaikan di antara sadar dan tidak sadar hanya air mata yang bisa keluar dari matanya, Tuhann. Jeng jeng jeng “sayang, bangun sayangg” ujar Andrew membangunkan Aruna yang tengah diliputi mimpi buruk. Degub jantungnya tidak beraturan bahkan dia bisa mendengar detak jantungnya sendiri, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya bahkan kini tangan dan kakinya sudah sangat dingin. Aruna masih menenangkan dirinya sungguh ini merupakan mimpi yang bahkan tidak pernah dia inginkan. Aruna langsung memeluk suaminya erat, Andrew tidak tau apa yang menyebabkan istrinya seperti ini tapi yang bisa dia

