Ingin Merubah Penampilan Dan History Sesil

1606 Words
bremmmm... bremmmm ( suar motor melaju) . suasana di motor saat sesil perjalanan kerumahnya, sedikit perbincangan dengan abang ojol. " mba? ,rumahnya di komplek residance belly nine yang jalan cempaka putih itu bener ya? " tanya supir ojol ke sesil, sambil mengendarai sepeda motornya. " iya bang betul kesitu, " jawab sesil. " mamahnya kerja disana neng emangnya?, apa gimana ?,apa main kerumah temen ? " ucap supir ojol. " maksudnya?mamahnya kerja gimana bang? " jawab sesil penasaran. " waduh neng itu mah perumahan artis artis semua, sama orang kaya-kaya. ini ajah pasti saya nitip KTP kalo mau nganter neng kedalem kompleknya!." ucap sopir ojol sembari senyum. sesil berbicara dalam hati! .. " whattt??? , gua tau maksud ini abang ojol di kira nyokap / bokap gua, art disana gitu atau gua mau kerumah temen gua gitu, makanya abang ojol nanya gitu? " sesil menggurutu dalam hati. " iya bang ibu ku kerja disana " jawab sesil sedikit tersenyum . " oh pantesan neng, beruntung banget neng ibu nya kerja disana, anak-anak yang tinggal daerah sana mah high class semua jarang banget saya nganter penumpang anak SMA kek neng ke komplek sana, rata rata dijemput mobil mewah pake supir pribadi lagi, paling banter-banter cuma nganter food doang lah kesana atau paket," saut abang ojol sembari cengir, " maaf yah neng nanya-nanya hehe " , lanjut ucap abang ojol , sembari tersenyum. " sambil memberi senyuman, sesil pun menjawab. iya bang santai ajah gpp hehe. " brummm. brummmm. ( suara motor melaju) pembicaraan mereka pun terhenti. setelah 15 menit lamanya di perjalanan?,sesil pun tiba di halaman depan gerbang rumahnya, disusul dengan tiara tiba secara hampir bersamaan. " bang jadi berapa ya? , diitung dua ajah bang kita kan pake tunai, dua-duanya sama temen aku,aku yang bayar bang." tanya sesil ke abang ojol . " bro.. bro ongkosnya ini disatuin yah nanti kita bagi pas keluar komplek, ucap abang ojol 1 ke abang ojol 2. " ok siap santai " jawab abang ojol 2 . " ongkosnya jadi 30 ya neng " ucap abang ojol 1 ke sesil. " oh, ini bang. nanti tip nya aku masukin ke saldo odo abang ya , makasih bang " jawab sesil, sembari memberikan ongkos. " sama-sama neng " . saut abang ojol brummm.. brummm ( suara motor ) . akhirnya ke dua abang ojol pun pergi . dan melanjutkan perjalanannya. " yuk tiara masuk " ucap sesil. " iya ses " jawab tiara. sembari menundukan kepalanya. gerbang rumah sesil terbuka, lalu ada seorang satpam yang menyapanya . " selamat siang non sesil,tiara?,baru pada pulang ya, kok gak minta jemput sih non ?" jawab pak joko satpam sesil. sembari memberikan senyuman. " iya pakk. ah semenjak naik kelas 3 , sesil kan udah bilang ke mamah supaya gak mau dianter jemput lagi, sesil lagi mau belajar mandiri pak hehe . " jawab sesil, " oh iya non, keren banget si non, silakan non. pak joko menyapa dengan sangat halus terlihat dari senyuman tulusnya. dan mempersilakan masuk kerumahnya. Sesil dan tiara pun masuk kerumah, selagi mereka akan masuk pintu rumahnya,terlihat sudah ada bu Tini, asisten rumah tangganya ( ART), menunggu didepan pintu. "eh non sesil,tiara, non beneran gakan minta anter jemput lagi ke pak dedi ?( supir pribadi sesil) ". ucap bu Tini ke sesil , dengan expresi yang heran. " gausah bu sesil kita mau mandiri sama tiara juga " jawab sesil sembari tersenyum. di susul dengan tiara yang memberikan tanganya , untuk mencium tangan bu tini disusul dengan ucapan kembali bu tini untuk sesil . " aduh non ibu suka khawatir sama non , suka kepikiran kalo non dijalan? apalagi ini baru pertama non sekolah lagi , besok ibu suruh pak dedi kesekolah ajah suruh nunggu non dideket lapang deket sekolah kaya biasa ? , waktu non kelas 1 kelas 2 ditungguin sama pak dedi di tempat biasa non, gakan di masukin ke halaman sekolah kok mobilnya, buat mastiin ajah non dijalan gak kenapa - kenapa?" cetus bu tini.yang memasang wajah cemas kepada mereka berdua. " aduhh bu gpp, lagian sesil juga belajar buat mandiri saat ini, takutnya wacana mamah bener soal sesil bakal di daftarin kuliah di luar negri nanti, kan nanti sesil disana bisa mandiri ,udah terbiasa juga bu? , jawab sesil , sembari tersenyum. lanjut sesil menanyakan?. " mamah, papah belum pulang bu? , tanya sesil. " non ini kan hari senin, mamah papah pasti pulang jam 7 malam dari kantornya ,apalagi papah non kan sibuk banget akhir akhir ini . jawab bu tini. " euh! sebel!. " jawab sesil, memberikan expresi wajah yang cemberut. " yaudah non, non do'ain ajah non mungkin perjuangan mamah papah buat bahagiain non, dan pastinya ingin yang terbaik buat anaknya juga non, non pasti udah laper banget?, ibu udah masak makanan kesukaan non nih, kumplit banget . timbal bu tiara ke sesil sembari tersenyum, memberikan semangat untuk anak majikan nya itu . " asikk, yaudah ayo bu, yuk tiara nanti kita makan bareng yah, " ucap sesil untuk tiara. tiara tampak ragu-ragu saat itu, terlihat dari posisi pandangan dia yang menunduk. " ah gpp non tiara sama ibu bisa makan di dapur, " jawab bu tini merasa ga enak. " ibuu! ibu tau kan kalo sesil gak bisa makan sendiri!, harus ada temenya, yaudah gpp kali bu bareng ajah , lagian udah biasa ini bu " . timbal sesi merasa keberatan dengan jawaban bu tini. " yuk kita masuk, sesil udah laper banget!, " seru dari sesil . sebentar teman - teman, sebelum melanjutkan cerita? , mari kita korek dulu latar belakang sesil dan apa yang sebenarnya terjadi . Sesil adalah anak tunggal dari pasangan ibu Hetty Andini Baskoro, dan bapa Basuki Baskoro. mereka adalah pasangan suami istri yang kaya dan sibuk, ( tapi belum kaya raya banget yah saat itu) , Pak Baskoro ini merupakan Direktur Utama Sekaligus pemilik perusahaan multimedia ,bernama Pt.Cipta Megaria, salah satu perusahaan televisi top 10 terbesar di indonesia, serta memiliki perusahaan bergerak di bidang property ( Real Estate) , semua perusahaan Baskoro ini status nya masih perusahaan yang masih berkembang. kenapa sesil deket sekali dengan artnya? . Sejak Dia masih bayi umur 5 bulan, sesil udah di asuh oleh ibu tini saat itu, bu tini sama pak dedi (supir sesil),sudah bekerja sama orang tua sesil, saat mereka ber 2 masih muda dan baru nikah lah. baru banget merintis perusahaannya, bisa di bilang dari 0 lah . tiara adalah anak dari bu tini dan pak dedi ,bu tini dan pak dedi pun pasangan suami istri, jadi begitu bu tini sedang mengandung tiara, dan nyonya hetty mengandung sesil. sejak di usia kandungan mereka sama jalan 6 bulan , bu tini dan pak dedi memutuskan berhenti untuk bekerja, namun begitu sesil dan tiara lahir,jarak usia 5 bulan keduanya, nyonya hetty dan pak Baskoro ini memutuskan mencoba untuk membujuk mereka berdua bekerja kembali untuk mereka serta menginjinkan mereka untuk tinggal bersama bayinya dirumah ini, untuk kelak supaya mereka berdua diasuh sama bu tini ini. intinya kontribusi bu tini dan pak dedi ini besar ajah . jadi Keluarga Baskoro ini sudah 100% mempercayakan semuanya untuk bu tini Handel rumah ini, bu tini sempat menolak, lobby melobby pun cukup panjang saat itu, hingga akhirnya bu tini dan pa dedi bersedia. hingga akhirnya mereka setuju dan selalu menjaga kepercayaan pak Baskoro hingga saat ini, meskipun kadang bu tini merasa dititik benar benar canggung karena perlakuaan dari keluarga BASKORO ini sangatlah bagi dia terlalu istimewa untuk seorang ART bahkan tiara anak bu tini ini benar benar di perlakukan bagaikan sodara kandungnya sesil. ya intinya bu tini bisa dianggap seperti keluarga, karena support yang luar biasa untuk keluarga ini di mulai dari 0 hingga seperti sekarang ( kalo bisa di artikannya) . Namun hingga saat ini bu tini merasa selalu tidak enak pake banget malahan, untuk semua perlakuan dari keluarga ini. Dan sesil pun menganggap ya bukan sekedar art ajah, melainkan pengasuhnya dia juga. Kadang Perlakuan sesil ke tiara ini udah terlalu istimewa lah pokonya. Meskipun Hingga saat ini bu tini sering mewanti-wanti tiara anaknya, untuk memberikan jarak sama sesil karena merasa tidak enak. Hingga saat ini seluruh total pegawai yang ada dirumah sesil, lumayan cukup banyak, dengan 3 art termasuk bu tini , 3 satpam dan penjaga , 3 supir, 1 orang pengurus kebun dan kolam berenang, berhubung sesil tidak pingin anter jemput lagi sekolah? jadi pak dedi kadang jika tidak menganter sesil keluar rumah?,dia mengurus kebun dan kolam juga. begitulah inti dari cerita Keluarga sesil ini, lanjut!. akhirnya mereka ber 3 masuk ke dalam rumah. eit disisi lain, sebuah jalan raya, terlihat 2 perbincangan abang ojol yang mengantar sesil dan tiara. " bro ini lu 15 , ini gua 15 yah. nah ini untuk bonus yang masuk di odo gua kasih tunai 10 lagi bro, oke yah? . " ucap abang ojol 1 ( yang anter sesil) " udahhh amann bro " jawab ojol 2 . "bro bro lu tau gak?, itu rumah yang kek lapang bola gelora bung Karno, nah yang lu bonceng ?, itu tuan rumahnya, gila bro masa iya rumah kaya gitu gak ada supir pribadi lah jemput ke sekolahnya itu anak? " lanjut ojol 2 menjelaskan. " matiii gua, serius bro? , gua kira bukan anak orang kaya! ,mana gua tadi udah ngira dia mau nyamperin emak nya kerja disitu, dia jawabnya? " iya " mau kerumah emaknya kerja disitu katanya , abisnya gak keliatan anak orang kaya bro ya sederhana ajah gitu anaknya . timbal balik ojol 1 . dengan sedikit muka yang panik. , " haha, yaudah bro lagian gatau ini, yaudah yuk lanjut narik ! gausah dipikirin, jawab ojol 2 . mereka pun bergegas pergi masing-masing.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD