Petaka Malam Tahun Baru Bab 27 : Kecelakaan Ya Tuhan, berani sekali dia ke sini dan mencoba memperdayaku? Seta*!!! Aku jadi cemas, dan melangkah ragu-ragu untuk keluar dari rumah, tapi semua tetap harus kuhadapi walau sebenarnya aku tak sanggup untuk menceritakan rahasia besar itu kepada Ayah dan Ibu. “Riva, mau ke mana kamu?” tanya Seno sambil melangkah menuju pintu saat melihatku keluar dari rumah. Aku menoleh sekilas ke arahnya, lalu berlari menghampiri Fathir. Pria berjambang tipis itu menyambutku dengan senyum liciknya. “Bagaimana Nona Pengacara? Apa yang seharusnya kulakukan?” tanyanya dengan cengengesan. Aku menatapnya dengan sakit hati yang teramat dalam, lalu berkata, “Apa maumu melakukan ini, hah?!” “Aku mau kamu, naiklah ke motorku dan kita selesaikan masalah ini berdua!”

