Mobil yang membawa rombongan tour akhirnya memasuki halaman luas kediaman keluarga Costa menjelang sore. Matahari mulai condong ke barat, memantulkan cahaya keemasan pada dinding rumah yang berdiri megah di hadapan Veanna. Selama tujuh hari terakhir dia terbiasa berpindah dari satu kota ke kota lain. Kini, langkahnya kembali berhenti di tempat yang sama, tetapi perasaannya justru terasa asing. Mobil berhenti tepat di depan teras utama. Christopher turun lebih dahulu. Seperti biasanya, pria itu mengenakan pakaian serba hitam dengan topi dan masker yang menutupi sebagian besar wajahnya. Hanya sorot matanya yang terlihat ketika dia berjalan memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Veanna. "Sudah sampai, Veanna." Nada suaranya kembali datar dan profesional. Veanna mengangguk pelan sebelum

