***
Hari hari terakhir menjelang kelulusan tidaklah membosankan seperti yang kubayangkan sebelumnya. Aku justru kini lebih semangat. Aku jauh lebih semangat dan rasanya ingin masuk setiap hari tanpa hari libur.
Star Syndrom sepertinya sudah mulai meracuniku. Sayangnya ini datang di akhir akhir aku mau lulus SMA. Kini Kontak Handphoneku Penuh dengan nama nama gadis. Ela, Lia, Fia, Maya, Lula, Lani, Dewi, Siska, Ria, Sasa, Nita, Galuh, Sita, dan banyak lagi. Handphone jadul yang hanya memuat 250 kontak saja. Kini full memori. Setiap harinya banyak SMS dan telpon dari banyak gadis di kampus. Ada beberapa yang juga datang ke rumah untuk sekedar ingin bertemu denganku. Sungguh benar benar ajaib.
Oh iya.. Jihan..
Kemana anak itu? Aku belum punya nomer Hp nya. Apa dia tidak tahu kalau aku sekarang sudah berubah? Mengapa dia tidak mencoba mencari tau tentang ku, apa dia tidak tertarik denganku? Aah... Sudahlah..
***
"Hai Ito..",
"Jihan??",
"Kamu berbeda ya.., sudah berubah",
"Beda dan berubah gimana?",
Dengan kejadian seperti saat ini membuatku semakin percaya diri. Aku mulai berani banyak bicara. Malah aku sekarang sudah berani merayu banyak gadis.
"Aku duluan ya to, "
Sambil membonceng Motor Ninja dia berlalu dari pandanganku. Mungkin Jihan sudah punya pacar. Dan laki laki penunggang Ninja itu adalah pacarnya. Ada rasa sakit dihatiku. Ketika semua gadis di sekolah mulai melirik danengejar ngejarku. Jihan seolah olah tidak perduli denganku. Aku makin penasaran, menagapa Jihan tidak seperti gadis lainnya.
Kring..Kring..Kring..
Nada dering Handphone jadul ku berbunyi 3x.
Aku lagi malas meladeni telpon yang kini mulai membosankan. Gadis yang membuatku bersemangat adalah Jihan. Tapi justru dia tidak memperdulikan ku.
Ito..
Ini aku Jihan.
Save nomerku ya..
Sms yang membuatku kegirangan.
Yess,! akhirnya Jihan menghubungiku.
Oke
Aku save.
Kamu lagi apa?
Lagi mikirin kamu!?
Bo 'ong!
Beneran Han..?
Itu tadi pacar kamu ya ?!
Gak ada jawaban...
***
"Bu, Ito ke sekolah bawa motor ayah ya, Capek Bu naik sepeda trus ngangkot",
"Ya udah, tapi kamu kudu ngati ngati, Jangan lewat jalan kota, lewat belakang tebing saja", pinta ibu.
"Oke Bu, makasih ya.. Ito berangkat dulu",
Aku sudah mulai malas berangkat pagi, Kini aku berangkat ke kampus lebih siang, karena aku naik motor jadi lebih cepat sampainya.
"Hai Ito..."
"Pagi Ito..."
"Hallo Ito..."
Sapaan dari para gadis yang bertemu denganku kini kurang menarik lagi bagiku.
Aku hanya ingin Jihan yang menyapaku begitu.
Dimana Jihan?
Aku tidak melihatnya dari tadi.
Ito..
Temui aku di gudang belakang kampus nanti jam istirahat.
sms dari nomer Jihan.
Oke cantik?
***
Sudah 10 menit aku menunggu Jihan di gudang. Dari arah jauh aku melihat seorang gadis berjalan menuju ke arahku.
"Nah..itu Jihan...",batinku senang sekali. akhirnya dia datang juga
Tiba tiba Jihan memelukku dan menangis.
"Aku bingung To...", dia berkata disela sela Isak tangisnya.
"Kenapa Jihan? ada apa ini?",
"Aku sudah tidak mencintai Raka, Aku ingin putus sama dia, Aku cintanya sama kamu Ito",
Deg !! Hatiku berdebar debar . Ada rasa bahagia teramata dalam mendengar pernyataan dari mulut Jihan.
Gadis yang aku sukai sejak pertama kali bertemu. Gadis yang aku impikan untuk jadi pacarku.
"Kamu serius Han?", tanyaku sambil melepaskan pelukannya dan menatap matanya dekat.
"Aku serius To, Beberapa hari ini aku gelisah. Aku terus saja memikirkan mu. Aku sering bermimpi bersamamu, Aku gak bisa menahan perasaan ini lebih lama lagi. Aku cemburu melihat para gadis di sini mendekatimu, menyapa manja padamu", Sambil memelukku erat Jihan sambil terus bercerita.
Ada sosok yang memandang kami dari kejauhan., Aku berfikir itu adalah Mbah Mijan. Karena Gudang ini berjarak 200 meter dari ruangan Mbah Mijan beristirahat.
Sambil ku Elus elus rambut hitam panjangnya, akupun menyatakan perasaanku kepada Jihan.
"Aku juga mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu Han..",
Jihan mendongakkan kepalanya, dan tersenyum manis kepadaku. Seolah olah bibirnya memintaku untuk melumatnya.
Akupun mencium bibir Jihan dan melumat lembut bibir sensualnya sambil sesekali aku menekankan tubuhku lebih dekat dengan tubuhnya.Tanganku mulai pindah ke bawah sambil meremas pelan bokongnya yang padat berisi. Jihanpun tidak menolakku, dia serasa menikmati setiap lumayan bibirku dan remasan tangan nakalku.
Tet ...Tet...Tet...
Bel berbunyi dengan nyaring seolah olah menyuruh kami berhenti dari kenikmatan sesaat ini. Kami saling melepaskan pelukan dan ciuman kami yang sebenarnya sudah makin memuncak.
"Kita kembali ke kelas yuk ", ajak Jihan sambil melumat bibirnya sendiri sesekali, seperti ingin membersihkan noda dari bibirnya.
"Kamu duluan aja, biar tidak ketahuan anak anak",
pintaku karena aku tahu Jihan masih berstatus pacar orang.
Kulihat Jihan semakin jauh berjalan, akupun mengikutinya dan saat kumenoleh ke arah ruangan Mbah Mijan, samar kulihat di dalam sana dia tersenyum kepadaku.
Pasti Mbah Mijan tadi liat aku ciuman dengan Jihan. makanya senyum senyum begitu.
Akupun menuju kelas dengan hati yang sangat bahagia.
***
Makasih ya..
Aku senang sekali tadi..
Ternyata kamu juga punya perasaan yang sama denganku..
Love U 4ever
Love U 2
Kami berdua sedang mabuk asmara.
Rasanya Dunia ini hanya milik aku dan Jihan.
Rasa ini ternyata sungguh luar biasa.
Aku tidak percaya, akan merasakan perasaan seindah ini. Paito yang dulu benar benar sudah tidak ada. Semua menyukaiku. Teman laki laki, apalagi teman perempuan di sekolah ini.
Banyak teman perempuan yang menyatakan cinta kepadaku dan ingin jadi pacarku. Tapi aku beberapa kali menolak. Karena hatiku menginginkan Jihan. Dan kini aku sudah memiliki hatinya. Aku tak percaya, Bahkan tadi kami berciuman sangat lama. Membayangkannya saja tubuhku merinding.
Aaah... Aku bahagia sekali.
***
"Ito.. ",
Fia, gadis tercantik di kelasku. Dia putri dari Kepala yayasan kampus disini.
Sambil meletakkan tangannya di pundak ku
"Kamu besok malem ada acara gak?", tanyanya sembari bermanja kepadaku.
"Emang kenapa Fi?" tanyaku pura pura tidak mengerti apa maunya.
"Maen ke rumahku ya, Ortu lagi kluar kota, Jadi di rumah aku sendirian", sambil merayu dengan mencubit dadaku.
"Hmm... gak tau ya, liat besok aja ya", sebenarnya aku suka sama Fia, perasaan suka sebagai seorang laki laki kepada gadis cantik dan Tawaran ini disayangkan kalau ditolak. Hanya saja aku masih jual mahal.
"Oke.. nanti aku call kamu yah..",
Dia sambil berlalu meninggalkanku dengan memberi tanda akan dibtelponnya nanti.
Aku tersenyum melihat tingkahnya. Mengingat sebelumnya untuk melihatku saja sepertinya dia jijik. Apalagi mengajak ku datang ke rumahnya.
Sungguh semua ini diluar batas khayalanku.
Aku tidak sejauh ini menghayal tentang kebahagiaan. Dan sekarang ini Aku merasa semua kebahagiaan hanya milikku.
***
(Jangan Lupa koment dan ajak teman membaca novel ini ya, agar cerita selanjutnya lebih menarik**)