"Siapa yang akan mereka bunuh?" Jelas saja Lilian bertanya-tanya. Ia berlarian mengambil baju yang biasa digunakan untuk berkuda kemudian memakainya. Tak lupa menyambar topi koboy versi cewek. Ia buru-buru turun. Tentu mengamati sekeliling rumah yang tampak kosong. Yang terlihat hanya para pelayan. Ia berdiri tak jauh dari mereka untuk mendengar apa yang mereka bicarakan. Sialnya, ia tak mengerti karena mereka berbicara dalam bahasa Arab. Makanya ia tak pernah tahu mereka bicara apa. Namun ia tentu belum mau menyerah. Jadi? Mari nekat keluar, tapi jangan sampai ketahuan siapa pun. Ia melihat pergerakan pelayan. Begitu lengah, ia berlari menuju ruang tamu. Karslena posisinya memang sudah di lantai bawah. Nah di ruang tamu atau bisa disebut lobi itu, tentu saja tak sepi. Tentu ada penjaga.

