"So-sorry. Please help me....." Ia sudah menangis. Walau tampaknya tak tepat. Karena ditodong begitu banyak pistol. Namun ada seorang perempuan yang berada di sekeliling pria kekar itu. Perempuan berhijab yang kini membalik badan dan cukup kaget dengan kemunculannya. "Who are you?" Ia memberi kode pada para pengawalnya untuk menurunkan s*****a, tapi tentu saja tak didengar. "Jangan mendekatinya, nyonya. Kita tidak tahu apa tujuannya ke sini." Tentu saja perempuan itu mendengar karena menggunakan bahasa Inggris. "Sa-saya Erika, nyonya. Saya hendak dijual pada salah satu pengusaha ternama di sini dan saya kabur. Saya tidak mau. Saya bersumpah!" Ia bahkan sampai bersujud. Tak lama memang terdengar langkah-langkah para lelaki yang tampaknya memang mencari seseorang. "Erika! Erika!

