"Mereka sudah di New York, bos." Axel baru saja beranjak. Ia terbangun dengan suara telpon. Istrinya masih tidur. Ini masih siang. Malam terasa kurang bersama istrinya. "Tunggu sampai mereka mulai ikut syuting. Setelah selesai mereka syuting, kita baru eksekusi. Buntuti bosnya." "Saya sudah dapat, bos." Fotonya dikirim. Terpampang wajah El yang sedang mengantar Ranee masuk ke dalam mobil. Axel jelas ternganga. Wah ini orang s****n yang sudah mencuri banyak uangnya. "Dia bosnya?" "Kelihatannya begitu." "Dia tak mungkin punya uang sebanyak itu untuk menjalankan organisasi." "Tapi hanya dia yang saya temukan, bos." Axel tampak berpikir. Itu artinya, bos besarnya mungkin memang tak muncul dan El yang melakukan segalanya. Ya setidaknya, ia jadi tahu kalau El yang menjadi dalang dibal

