Tuhan Memang Satu

2042 Words

Bayangan menyenangkan semalam tentu saja belum hilang. Hal yang membautnya tanpa sadar tersenyum. Axel tak lagi mengerikan semalam. Walau kini ia menghela nafas sih. Entah kenapa, ia jadi kacau saja. Pagi tadi, Axel sudah berangkat lagi. Ya ke kantor lah. Urusan pekerjaan yang tentu tak ia pahami. Untuk sementara, ia juga tak diizinkan keluar dari rumah besar ini. Ia sedang berenang sekarang. Karena kolamnya ada di dalam ruangan, tepat samping kamar, rasanya menyenangkan. Apalagi bisa melihat pemandangan Kota Kansas dari atas ini. Ya kolam renang di lantai tiga. Pemandangannya betul-betul menakjubkan. Lama-lama kok ia jadi suka menikmati kekayaan ini ya? Hahahaha. Berenangnya juga tak seperti waktu di San Fransisco di mana ia menutupi seluruh tubuhnya. Ia iseng saja, ingin mencoba berenan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD