"Oh......," Zasha mengangkat tangan kirinya. Ya sok sibuk membenahi hijabnya. Padahal ia sedang pamer cincin pernikahannya. Hahahaha. Apakah cowok itu melihat? Ia berharap sih iya. Biar gak ganggu. Ia kan ingin jalan-jalan sendiri di sini tanpa diganggu. "Aku lagi jalan-jalan aja. Udah lama di sini, mas?" Cowok itu mengangguk. Agak aneh memang dengan lelaki ini karena langsung berbicara dengannya dalam bahasa Indonesia. Padahal belum tentu ia orang Indonesia kan? Kok tahu sih? Jelas mencurigakan. "Ini tahun terakhirku kuliah." "S1?" "S2." Zasha mengangguk-angguk. "Kalau bukan untuk kuliah, lantas tinggal di sini?" Zasha sok mengangguk mantap. "Iya kan ikut suami, mas." "Ooh mbaknya udah menikah?" Ia tersenyum tipis. Apa tadi tidak lihat ia pamer cincin ya? Hahahaha. Cowok itu men

