Mengakhiri

1202 Words

Ahmad memang membiarkan Ranee mengamuk. Mau apapun toh perempuan itu tak akan bisa kabur. "Tinggal lah di sini." Ia agak melunak. Karena ia melihat bagaimana Ranee berusaha. Walau tentu tak merasa bersalah. Anggap saja perlakuan istimewa ini membuat Ranee agak sedikit tidak menyesal sepenuhnya. Toh ia juga betah kan? "Tempat ini tidak seburuk yang kamu pikirkan." Ia mendengar Ranee berdecih. Jelas saja itu berbohong. Sejak kapan tidak buruk? Pakaian saja tak diberikan. Walau ya Ranee sih masih memakai baju. Bahkan gamis lengkap dengan cadarnya. Ya aturannya begitu di sini. "Kamu akan diberikan hidup yang layak. Nanti aku bisa bicara pada atasan. Asal satu hal saja, kamu tak berpikir untuk kabur. Kalau kamu berpikir tentang itu sekali saja, nasibmu akan tragis." "Tapi kamu membiarka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD