Tiga puluh empat

1406 Words

   Sudah semalaman Nara berada di ruangan rawat inap menunggu Raka yang masih belum sadarkan diri pasca dipukul habis-habisan oleh kakak nya, Kevin. Sebenarnya Nara enggan berada disini. Namun entah mengapa hati kecilnya terus saja bertolak belakang dengan keinginan nya. Hati kecil Nara terus mengkhawatirkan kondisi Raka yang belum sadarkan diri. Dan meminta dia untuk tidak pergi meninggalkan Raka.    Saat ini Nara tengah duduk di sofa tak jauh dari tempat Raka terbaring. Dia sangat mengantuk sekali namun tak jua dapat memejamkan matanya. Nara sungguh tak biasa tidur di rumah sakit seperti ini. Karena dia adalah seorang yang penakut. Pikirnya rumah sakit begitu menakutkan apalagi saat malam hari seperti ini. Setiap kali akan memejamkan mata, dia selalu merasa ada sepasang mata yang tengah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD