Kesemsem

1624 Words

Kesemsem. "Sarah, kok manyun bibirnya, kamu cemburu yaa," ujar Daniel sambil terkikik. Aku menghela napas, berusaha mengurai kembali rasa agar pria itu tak curiga. Rasanya terlalu dini jika aku jatuh cinta kembali, sakit yang dulu saja belum terobati, tak mungkin saat ini aku kembali merajut cinta suci. "Siapa yang cemburu sih, Dan. Emang tadi siapa? pacar kamu?" tanyaku mengintrogasi. "Tuh 'kan kamu curiga." Ia terkekeh. Rupanya aku salah lagi, mengapa juga harus bertanya hal seperti itu. "Pasti pacar kamu! Yasudah cepet jalan aku ngantuk," jawabku kesal. Akhir-akhir ini Daniel memang selalu bertingkah menyebalkan, ia selalu membuat rasaku terbang melayang, lalu dengan seketika ia hempaskan kembali rasa ini ke muka bumi dengan guyonannya. "Ciee ngambek, dia itu bukan siapa-siapa k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD