Aku menjerit frustasi ketika terbangun dan sudah hari minggu. Baju tidur yang aku kenakan saat ini jelas bukan baju yang aku pakai sebelum aku pingsan sebelumnya. Dan kenapa aku bisa tahu sekarang adalah hari minggu? Aku bisa tahu karena bunyi Alarmku untuk hari biasa dan hari minggu berbeda. Beberapa menit kemudian, pintu kamarku dibuka dengan kencang dan om Bima langsung masuk dengan wajah khawatir. Apalagi ketika dia masuk, aku sedang menangis karena kesal. "Ada apa Amanda? kamu sakit?" tanyanya. "Ujianku tinggal dua hari, aku sudah belajar dengan keras untuk itu. Tapi kenapa yang terrbangun malah si murung sialan itu. Bagaimana dia mengikuti sisa ujianku itu Om? Gimana kalau aku gagal gara-gara dia?" ucapku sambil mulai menangis lagi. Rasanya ccampur aduk. Antara kecewa dan kesal pa

